Misteri Kakek di Belakang Sampul Iqro Akhirnya Terungkap

Misteri Kakek di Belakang Sampul Iqro Akhirnya Terungkap : Ada yang masih ingat Buku iqro pada saat kita kecil, ada cover pengarangnya, siapakah dia? Mudah-mudahan pahala selalu mengalir untuk beliau, karena kita saat ini bisa lancar mengaji. Tahukah siapa beliau? Beliau yaitu K. H. As’ad Humam.

Benar tidak beberapa orang yang mengetahui K. H. As’ad Humam. K. H. As’ad Humam lahir pada th. 1933. Beliau alami cacat fisik mulai sejak remaja. Beliau terkena penyakit pengapuran tulang belakang, serta mesti melakukan perawatan di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta selama satu 1/2 th..
Loker BI September 2016
Penyakit berikut yang masa datang membuat As’ad Humam tidak dapat bergerak dengan cara leluasa selama hidupnya. Hal ini karena sekujur badannya mengejang serta susah untuk dibungkukkan. Dalam sehari-harinya, sholatnya juga mesti dikerjakan dengan duduk lurus, tanpa bisa melakukan posisi ruku’ maupun sujud. Bahkan untuk menengok juga mesti membalikkan semua badannya.

Beliau juga bukanlah seseorang akademisi atau kelompok terdidik lulusan Pesantren atau Sekolah Tinggi Islam, beliau cuma lulusan kelas 2 Madrasah Mualimin Muhammadiyah Yogyakarta (setara SMP).
K. H. As’ad Humam Penulis Iqro
K. H. As’ad Humam Penulis Iqro
Nama asli dari KH As’ad Humam hanya As’ad saja, sedang nama Humam yang ditempatkan dibelakang yaitu nama ayahnya, H Humam Siradj. KH As’ad Humam (alm) tinggal di Kampung Selokraman, Kotagede Yogyakarta. Ia yaitu anak ke-2 dari 7 bersaudara. Darah wiraswasta diwariskan benar oleh orangtua mereka, dapat dibuktikan tidak ada satu pun dari mereka sebagai Pegawai Negeri Sipil. KH Asad Humam sendiri berprofesi sebagai pedagang imitasi di pasar Bringharjo, lokasi Malioboro Yogyakarta. Profesi ini mengantarnya berteman dengan KH Dachlan Salim Zarkasyi. Bermula dari silaturahim ini lalu KH As’ad Humam mengetahui cara Qiroati.
Terungkap. Kreator Lambang OSIS Seragam SMP SMA
Dari Qiroati ini juga lalu nampak beberapa ide KH As’ad Humam untuk mengembangkannya agar lebih memudahkan penerimaan cara ini untuk santri yang belajar Al Quran. Mulailah KH As’ad Humam melakukan eksperimen, serta akhirnya lalu ia tulis, serta ia usulkan pada KH Dachlan Zarkasyi.

Tetapi bebrapa ide itu acap kali ditolak oleh KH Dachlan Salim Zarkasyi, terlebih untuk dimasukkan dalam Qiroati, karena menurut dia Qiroati yaitu inayah dari Allah hingga gak memerlukan pergantian. Perihal ini pula yang selanjutnya jadikan ke-2 tokoh ”berkonflik”. Hingga selanjutnya nampaklah ide KH As’ad Humam serta Team Tadarus Angkatan Muda Masjid serta Mushalla (Team Tadarus “AMM”) Yogyakarta untuk membuat sendiri dengan pengembangan pemakaian langkah cepat belajar membaca Al-Qur’an lewat cara Iqro.

K. H. As’ad Humam sudah meninggalkan kita untuk selama-lamanya. Pada awal Februari th. 1996 dalam umur 63 th., beliau di panggil Allah SWT. Beliau hembuskan nafas terakhirnya pada bln. Ramadhan hari Jum’at (2/2) sekitaran Jam 11 : 30. Jenazah KH. As’ad Humam dishalatkan di mesjid Baiturahman Selokraman Kota Gede Yogya tempat ia mengabdi. Beliau begitu layak disebut sebagai pahlawan untuk kita semua. Walau beliau sudah wafat , pengetahuan yang beliau wariskan jadi kebaikan untuk beliau yang selalu mengalir memberi kebaikan untuk beliau di segi Allah.
Loker BUMN Terbaru September Percetakan Negara Perum Peruri